..::AHLAN WA SAHLAN WA MARHABAN BIKUM::..

ASSALAMU'ALAIKUM & SELAMAT DATANG KE BLOG MOHAMAD SYAHMI BIN HARUN.

SEMINAR PINTAR BESTARI BAHASA ARAB 2017
BERSAMA DR. ABD RAZAK ABU CHIK (DR. ARABIC)

.::(SABTU, 29 APRIL 2017)::.


LAWATAN PENANDAARASAN BAHASA ARAB & PENDIDIKAN ISLAM DARI SK KELANA JAYA 1
KE SK LAGUNA MERBOK TAHUN 2017

.::(SABTU, 06 MEI 2017)::.


..::MAKLUMAN TERKINI::..

Blog ini telah dikemaskini pada 09 Mac 2017.


.::Aktiviti Panitia Bahasa Arab SK Laguna Merbok Tahun 2017::.

Seminar Pintar Bestari Bahasa Arab 2017
Bersama Dr. Abd Razak Bin Abu Chik (Dr. Arabic)

Hari : Sabtu.
Tarikh : 29 April 2017.
Masa : 8.00 Pagi - 1.30 Tengah Hari.

Tempat :
Dewan Serbaguna SK Laguna Merbok.


Majlis Pelancaran Minggu Bahasa Arab Peringkat Sekolah Tahun 2017

Hari : Ahad.
Tarikh : 08 Oktober 2017.
Masa : 7.45 Pagi - 8.15 Pagi.
Tempat : Dataran Perhimpunan SK Laguna Merbok.

.::MUAT TURUN TERKINI::.

1). DSKP Bahasa Arab Tahun 1 Kegunaan 2017

2). DSKP Pendidikan Islam Tahun 1 Kegunaan 2017


Klik sini :
Pembelajaran Interaktif Pendidikan Islam


Klik sini :
Pembelajaran Interaktif Bahasa Arab

PENGUNJUNG SETIA BLOG RASMI MOHAMAD SYAHMI BIN HARUN (GBA SK LAGUNA MERBOK)

~PERMAINAN INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ABAD KE-21~

رحلة المعرفة

.::KEMENTA::.

~SEMINAR PINTAR BESTARI BAHASA ARAB 2016~

BERSAMA DR. ABD RAZAK BIN ABU CHIK (DR. ARABIC)

~PERMAINAN INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ABAD KE-21~

BALANG AJAIB (BALIB)

~PERMAINAN INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ABAD KE-21~

DAM INOVASI KERETA (DAMISTA)

31 January 2009

SIFAT DAN TABIAT YAHUDI DALAM AL-QURAN


Di dalam kita memperkatakan tentang kekejaman dan kejahatan Yahudi saat ini yang masih berterusan di Gaza, ada baiknya kita mendalami apakah peringatan dari Allah kepada kita semua berkenaan kaum terkutuk ini di dalam Al-Quran. Sesungguhnya di dalam al-Quran terdapat banyak ayat yang menjelaskan dan memberitakan tentang kaum Yahudi ini agar kita mengambil peringatan darinya.


Beberapa karakter buruk mereka adalah:



(1) Durhaka dan melampaui batas, serta membiarkan kemungkaran yang terjadi di antara mereka. Allah SWT berfirman:


لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78)


كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79)


Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” [TMQ al-Maidah (5):78-79].


Dan mereka semakin durhaka sesudah al-Quran diturunkan. Allah SWT berfirman:


وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا

Dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka” [TMQ al-Maidah (5):64].


(2) Menjadikan kaum kafir lain sebagai pelindung dan penolong mereka.

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80)
وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (81


Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, iaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam seksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), nescaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik” [TMQ al-Maidah (5):80-81].


(3) Permusuhan mereka yang amat besar terhadap Islam dan umatnya. Allah SWT berfirman:


لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [TMQ al-Maidah (5):82].


(4) Hati mereka keras laksana batu, bahkan lebih keras lagi. Di antara penyebabnya adalah karena mereka melanggar perjanjian dengan Allah SWT. Allah SWT berfirman:


فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami laknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu” [TMQ al-Maidah (5):13].

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan". [TMQ al-Baqarah (2):74].


(5) Suka melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri, termasuk perjanjian dengan Allah SWT dan rasul-rasul-Nya. Dan oleh karena itu mereka mendapat murka Allah dan berbagai hukumanNya. Allah SWT berfirman:

فَرَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ يَا قَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا أَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ أَمْ أَرَدْتُمْ أَنْ يَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَخْلَفْتُمْ مَوْعِدِي

Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Wahai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu denganku?” [TMQ Thaha (20):86].

Allah Swt berfirman:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka” [TMQ al-Nisa’ (4):155].


(6) Mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh ramai nabi. Dan itu menyebabkan mereka senantiasa diliputi dengan kehinaan dan kerendahan di mana pun mereka berada. Allah SWT berfirman:


ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas” [TMQ Ali Imran (3):112].

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka” [TMQ al-Nisa’ (4):155].

وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu adzab yang membakar.” [TMQ Ali Imran (3):181].


(7) Banyak berbuat lancang terhadap Allah SWT, seperti menuduh Allah SWT miskin dan tangan Allah terbelenggu. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya’, Kami akan mencatat perkataan mereka itu" [TMQ Ali Imran (3):181].
Allah SWT berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ

Orang-orang Yahudi berkata: ‘Tangan Allah terbelenggu’, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki” [QS al-Maidah (5):64].


(8) Memalsukan kitab dengan tangan mereka, memalingkan dari maksud sebenarnya, dan menghilangkan sebahagiannya. Allah SWT berfirman:

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan” [TMQ al-Baqarah (2):79].

مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: ‘Kami mendengar’, tetapi kami tidak mahu menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): ‘Dengarlah’ sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa" [TMQ al-Nisa’ (4):46].
يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ

Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya" [TMQ al-Maidah (5):13].
أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” [TMQ al-Baqarah (2):75].


(9) Amat tamak terhadap dunia, bahkan melebihi orang Musyrik. Menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian. Allah SWT berfirman:
وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari seksa” [TMQ al-Baqarah (2):96].


(10) Mengenal benar siapa Rasulullah SAW, namun mereka menyembunyikan kebenaran. Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui” [TMQ al-Baqarah (2):146].


(11) Mengikuti hawa nafsunya, hingga risalah yang dibawa Rasul pun harus sejalan dengan hawa nafsu mereka. Jika tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka akan menolak dan mendustakannya. Allah SWT berfirman:
أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

Apakah setiap kali datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara Rasul) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” [TMQ al-Baqarah (2):87].


(12) Tidak senang terhadap kaum Muslimin selama tidak mengikuti milah mereka. Allah SWT berfirman:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” [TMQ al-Baqarah (2):120].


(13) Berdusta atas nama Allah SWT dengan mengatakan bahawa mereka adalah anak-anak Allah dan kekasihNya. Allah SWT berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: ‘Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya’. Katakanlah: ‘Maka mengapa Allah menyeksa kamu karena dosa-dosamu?’ (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya” [TMQ al-Maidah (5):18].


(14) Sombong dan takabbur, hingga mereka pernah diubah wujudnya menjadi kera yang hina. Allah SWT berfirman:
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina” [TMQ al-A’raf (7):166]


(15) Di antara mereka terdapat permusuhan dan kebencian hingga hari kiamat. Allah SWT berfirman:
وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat” [TMQ al-Maidah (5):64].


(16) Suka berbuat kerosakan di muka bumi. Allah SWT berfirman:
وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan mereka berbuat kerosakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerosakan” [TMQ al-Maidah (5):64].


(17) Berbuat zalim dan menghalangi manusia dari jalan Allah. Allah SWT berfirman:
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah" [TMQ al-Nisa (4):160].


(18) Suka memakan harta haram, seperti rasuah dan riba, padahal telah diharamkan kepada mereka. Allah SWT berfirman:
وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ

“Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram [TMQ al-Maidah (5):62].

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ

Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil” [TMQ al-Nisa (4):161].


(19) Suka mendengarkan berita bohong. Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آَمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آَخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا

Wahai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, iaitu dari kalangan orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: ‘Kami telah beriman’, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) dari kalangan orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: ‘Jika diberikan ini (yang sudah dirubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” [TMQ al-Maidah (5):42].


Inilah sebahagian dari sifat dan sikap Yahudi yang terdapat di dalam al-Quran. Selain sifat dan sikap yang telah dipaparkan di atas, masih banyak lagi perkara buruk lainnya tentang Yahudi ini yang disebutkan dalam Al-Quran.


Berpandukan ayat-ayat Allah ini, akan memudahkan kita dalam mengambil sikap dan pendirian di dalam menghadapi kaum terkutuk ini. Terhadap kaum yang terkumpul pelbagai sifat dan sikap buruk yang dijelaskan oleh Allah SWT sendiri, malangnya masih ada pemimpin kaum Muslimin yang membuat perjanjian dan mengambil mereka sebagai wali (pemimpin, pelindung, penolong, pembantu dll) dan bithanah (orang kepercayaan). Masih ada pemimpin yang berbaik dan berjabat tangan dengan golongan terlaknat ini dan “menolong” mereka membunuh saudara-saudara seIslam kita di Palestin. Sesungguhnya Allah SWT mengingatkan kita juga bahawa,

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali(mu); sebahagian mereka adalah wali bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. ” [TMQ al-Ma’idah (5):51]


Wallahu’alam.


SIFAT DAN TABIAT YAHUDI DALAM AL-QURAN


Di dalam kita memperkatakan tentang kekejaman dan kejahatan Yahudi saat ini yang masih berterusan di Gaza, ada baiknya kita mendalami apakah peringatan dari Allah kepada kita semua berkenaan kaum terkutuk ini di dalam Al-Quran. Sesungguhnya di dalam al-Quran terdapat banyak ayat yang menjelaskan dan memberitakan tentang kaum Yahudi ini agar kita mengambil peringatan darinya.
Beberapa karakter buruk mereka adalah:

(1) Durhaka dan melampaui batas, serta membiarkan kemungkaran yang terjadi di antara mereka. Allah SWT berfirman:

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78)

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79)

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” [TMQ al-Maidah (5):78-79]. Dan mereka semakin durhaka sesudah al-Quran diturunkan. Allah SWT berfirman:
وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا
Dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka” [TMQ al-Maidah (5):64]. (2) Menjadikan kaum kafir lain sebagai pelindung dan penolong mereka.

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80)
وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (81
Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, iaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam seksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), nescaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik” [TMQ al-Maidah (5):80-81]. (3) Permusuhan mereka yang amat besar terhadap Islam dan umatnya. Allah SWT berfirman:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [TMQ al-Maidah (5):82]. (4) Hati mereka keras laksana batu, bahkan lebih keras lagi. Di antara penyebabnya adalah karena mereka melanggar perjanjian dengan Allah SWT. Allah SWT berfirman:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami laknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu” [TMQ al-Maidah (5):13].
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan". [TMQ al-Baqarah (2):74]. (5) Suka melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri, termasuk perjanjian dengan Allah SWT dan rasul-rasul-Nya. Dan oleh karena itu mereka mendapat murka Allah dan berbagai hukumanNya. Allah SWT berfirman:

فَرَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ يَا قَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا أَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ أَمْ أَرَدْتُمْ أَنْ يَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَخْلَفْتُمْ مَوْعِدِي
Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Wahai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu denganku?” [TMQ Thaha (20):86]. Allah Swt berfirman:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka” [TMQ al-Nisa’ (4):155]. (6) Mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh ramai nabi. Dan itu menyebabkan mereka senantiasa diliputi dengan kehinaan dan kerendahan di mana pun mereka berada. Allah SWT berfirman:
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas” [TMQ Ali Imran (3):112].

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka” [TMQ al-Nisa’ (4):155].
وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
Dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu adzab yang membakar.” [TMQ Ali Imran (3):181]. (7) Banyak berbuat lancang terhadap Allah SWT, seperti menuduh Allah SWT miskin dan tangan Allah terbelenggu. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya’, Kami akan mencatat perkataan mereka itu" [TMQ Ali Imran (3):181]. Allah SWT berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ
Orang-orang Yahudi berkata: ‘Tangan Allah terbelenggu’, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki” [QS al-Maidah (5):64]. (8) Memalsukan kitab dengan tangan mereka, memalingkan dari maksud sebenarnya, dan menghilangkan sebahagiannya. Allah SWT berfirman:
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan” [TMQ al-Baqarah (2):79].
مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: ‘Kami mendengar’, tetapi kami tidak mahu menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): ‘Dengarlah’ sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa" [TMQ al-Nisa’ (4):46].
يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ
Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya" [TMQ al-Maidah (5):13].
أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” [TMQ al-Baqarah (2):75]. (9) Amat tamak terhadap dunia, bahkan melebihi orang Musyrik. Menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian. Allah SWT berfirman:
وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ
“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari seksa” [TMQ al-Baqarah (2):96]. (10) Mengenal benar siapa Rasulullah SAW, namun mereka menyembunyikan kebenaran. Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui” [TMQ al-Baqarah (2):146]. (11) Mengikuti hawa nafsunya, hingga risalah yang dibawa Rasul pun harus sejalan dengan hawa nafsu mereka. Jika tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka akan menolak dan mendustakannya. Allah SWT berfirman:
أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
Apakah setiap kali datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara Rasul) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” [TMQ al-Baqarah (2):87]. (12) Tidak senang terhadap kaum Muslimin selama tidak mengikuti milah mereka. Allah SWT berfirman:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” [TMQ al-Baqarah (2):120]. (13) Berdusta atas nama Allah SWT dengan mengatakan bahawa mereka adalah anak-anak Allah dan kekasihNya. Allah SWT berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: ‘Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya’. Katakanlah: ‘Maka mengapa Allah menyeksa kamu karena dosa-dosamu?’ (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya” [TMQ al-Maidah (5):18]. (14) Sombong dan takabbur, hingga mereka pernah diubah wujudnya menjadi kera yang hina. Allah SWT berfirman:
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina” [TMQ al-A’raf (7):166] (15) Di antara mereka terdapat permusuhan dan kebencian hingga hari kiamat. Allah SWT berfirman:
وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat” [TMQ al-Maidah (5):64]. (16) Suka berbuat kerosakan di muka bumi. Allah SWT berfirman:
وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan mereka berbuat kerosakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerosakan” [TMQ al-Maidah (5):64]. (17) Berbuat zalim dan menghalangi manusia dari jalan Allah. Allah SWT berfirman:
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah" [TMQ al-Nisa (4):160]. (18) Suka memakan harta haram, seperti rasuah dan riba, padahal telah diharamkan kepada mereka. Allah SWT berfirman:
وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ
“Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram [TMQ al-Maidah (5):62].
وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ
Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil” [TMQ al-Nisa (4):161]. (19) Suka mendengarkan berita bohong. Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آَمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آَخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا

Wahai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, iaitu dari kalangan orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: ‘Kami telah beriman’, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) dari kalangan orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: ‘Jika diberikan ini (yang sudah dirubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” [TMQ al-Maidah (5):42].

Inilah sebahagian dari sifat dan sikap Yahudi yang terdapat di dalam al-Quran. Selain sifat dan sikap yang telah dipaparkan di atas, masih banyak lagi perkara buruk lainnya tentang Yahudi ini yang disebutkan dalam Al-Quran.


Berpandukan ayat-ayat Allah ini, akan memudahkan kita dalam mengambil sikap dan pendirian di dalam menghadapi kaum terkutuk ini. Terhadap kaum yang terkumpul pelbagai sifat dan sikap buruk yang dijelaskan oleh Allah SWT sendiri, malangnya masih ada pemimpin kaum Muslimin yang membuat perjanjian dan mengambil mereka sebagai wali (pemimpin, pelindung, penolong, pembantu dll) dan bithanah (orang kepercayaan). Masih ada pemimpin yang berbaik dan berjabat tangan dengan golongan terlaknat ini dan “menolong” mereka membunuh saudara-saudara seIslam kita di Palestin. Sesungguhnya Allah SWT mengingatkan kita juga bahawa,


“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali(mu); sebahagian mereka adalah wali bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
” [TMQ al-Ma’idah (5):51]

Wallahu’alam.

23 January 2009

UPLOAD BAHAN

KLIK SINI UNTUK MEMUAT NAIK BAHAN-BAHAN PERKONGSIAN ANDA.

TERIMA KASIH ATAS SEGALA BAHAN YANG TELAH ANDA KONGSIKAN DI LAMAN BLOG INI.

05 January 2009

ISTANBUL KOTA YANG DIJANJI DALAM HADIS


ISTANBUL KOTA YANG DIJANJI DALAM HADIS


Oleh : Ibrahim Abdullah


ISTANBUL kota yang pernah dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW yang dahulunya bernama Konstantinopel. Di Istanbul, Turki baru-baru ini telah diadakan pertemuan antarabangsa mengenai al-Aqsa dan bumi Palestin.

Tidak kurang 50,000 orang dari segenap penjuru dunia menunjukkan simpatinya pada al-Aqsa dengan menghadiri Persidangan al-Quds di kota bersejarah Istanbul.

Dalam hadis Rasulullah SAW diriwayatkan dengan maksud: “Abdullah bin Amru bin al'As berkata bahawa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba Baginda ditanya tentang kota manakah yang akan futuh (dibuka) terlebih dahulu, Konstantinopel atau Rom? Rasulullah SAW menjawab: "Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel).” (riwayat Imam Ahmad)

Hadis lain juga ada yang menyebutkan secara jelas tentang jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan umat Islam yang bermaksud: "Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan pasti membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (Panglima Perang) adalah Amirnya dan sekuat-kuat pasukan adalah pasukannya." (riwayat Imam Ahmad)

Setelah sekian lama berita gembira mengenai kejatuhan Konstantinopel ke tangan Islam diberitahu, namun tidak juga kunjung tiba walaupun generasi sahabat telah meninggal dunia dan diikuti generasi tabi'in.

Tetapi pada akhir pemerintahan Sultan Muhammad al-Fatih, kota Istanbul akhirnya jatuh juga ke tangan Islam, sebagai bukti kebenaran hadis Rasulullah SAW.

Sejak itu Istanbul akhirnya menjadi ibu kota khalifah Islamiah hingga 1924, dan menjadi benteng kekuatan umat Islam dalam menghadapi pengaruh Zionis dunia yang ingin memasuki bumi Baitulmaqdis.

Setelah selesai kongres Zionis antarabangsa yang diselenggarakan di Basel, Swiss pada 1897,seorang wartawan Yahudi Austria, Theodore Hertzl terpilih mengetuai gerakan Zionis lantang menyatakan, Palestin sebagai 'rumah' bagi kaum Yahudi yang bertebaran di seluruh dunia.

Untuk tujuan itu, Hertzl menemui Sultan Abdul Hamid 11, khalifah Turki Usmaniyah, di mana pada waktu itu Palestin merupakan sebahagian daripada kekuasaan kekhalifahan Islam.

Sultan Abdul Hamid 11 menolak mentah-mentah segala daya usaha Hertzl, meskipun waktu itu kekuatan kekhalifahannya sedang terancam.

Beliau dikenali dengan penyataannya yang popular: “Meskipun kamu mencubik-cubik tubuhku menjadi serpihan-serpihan daging, tidak akan aku serahkan Palestin kepada kamu.''

Istanbul adalah kota perjuangan mempertahankan al-Aqsa daripada pengaruh Zionis. Justeru, Persidangan al-Quds dilangsungkan di Istanbul untuk mengembalikan kegemilangan al-Aqsa.

Aal-Aqsa kini menjadi rebutan dan terdapat perancangan Zionis untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa dan dijadikan pusat peribadatan Yahudi antarabangsa. Masjid al-Aqsa adalah kiblat pertama bagi umat Islam sebelum dipindahkan ke Kaabah di Mekah dengan perintah Allah SWT. Kini ia berada dalam kawasan jajahan Yahudi.

Jika dilihat gambar yang diedarkan sekarang, tentu ramai yang menyangka bahawa masjid itu adalah Masjid al-Aqsa. Pihak Yahudi telah mengambil kesempatan untuk mengelirukan umat Islam dengan mengedarkan gambar Dome of The Rock sebagai Masjid al-Aqsa dengan putar belit dan dakyah mereka.

Tujuan mereka ialah untuk meruntuhkan Masjid al-Aqsa yang sebenarnya. Apabila umat Islam sudah keliru dan sukar untuk membezakan Masjid al-Aqsa yang sebenarnya, maka semakin mudahlah tugas mereka untuk melaksanakan perancangan jahat tersebut.

Muhammad al-Fatih

Manakala mengenai Muhammad al-Fatih yang membuka dan membebaskan kota Istanbul, dalam bahasa Turki, Muhammad sering disebut dengan Fatih Sultan Mehmet. Beliau lahir pada 30 Mac 1432 dan wafat pada 3 Mei 1481.

Merujuk segi kesolehannya, Muhammad al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan solat rawatib sejak baligh hingga waktu wafatnya. Pendekatannya kepada Allah SWT diajarkan kepada tenteranya. Sehinggakan tenteranya tidak pernah meninggalkan solat fardu dan solat tahajud sejak baligh. Itulah barangkali kunci utama kejayaannya dan tenteranya dalam menaklukkan kota Istanbul sebagaimana dalam hadis di atas.

Prestasinya menakluki kota Istanbul, beliau kemudian mendapat gelaran 'Al-Fatih' yang bererti penakluk atau pembebasan. Barangkali juga jolokan gelaran itu diberikan kepadanya kerana para pelaku sejarah sebelumnya tidak pernah berhasil menakluk Istanbul walaupun ada hadis mengenai hal itu.

Manakala orang Barat menyebutnya The Conqueror (penakluk). Ada implikasinya bila menyebut penakluk, bahawa beliau seolah-olah pemimpin yang ganas dan kejam. Pada hal gelaran yang sebenarnya dalam bahasa Arab adalah 'Al-Fatih'.

Di samping itu, beliau merupakan seorang yang sangat pakar dalam peperangan dan pandai berkuda. Ada yang mengatakan bahawa sebahagian hidupnya dihabiskan di atas kudanya.

Lebih menarik, meskipun beliau mempunyai kedudukan tertinggi dalam struktur pemerintahan, namun kerana kepakarannya dalam ilmu strategi perang, hampir seluruh perjalanan jihadnya adalah di bawah pimpinannya. Bahkan beliau tetap berangkat berjihad walaupun sedang menderita penyakit.

Beliau juga ahli di bidang pentadbiran negara, baik secara fizikal atau birokrasi dan hukum. Kehebatan beliau dalam mentadbir negaranya menjadi negara yang sangat maju diakui oleh banyak ilmuan dunia. Bahkan secara serius beliau banyak melakukan pembaikan dalam hal perekonomian, pendidikan dan lain-lain.

Dari segi kepimpinan, Istanbul dalam waktu singkat sudah menjadi pusat pemerintahan yang sangat indah dan maju serta kota ekonomi yang berjaya.

Beliau juga pakar dalam bidang sains dan matematik serta menguasai enam bahasa sejak berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat namun cukup bertawaduk dan merendahkan dirinya.

Maka tidaklah hairanlah tenteranya paling rajin bersolat fardu dan sunat.

Setelah menakluk kota Konstantinopel, namanya diubah kepada Islambul yang bererti Kota Islam, Kemudian nama itu telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul.

Sejak itu ibu kota khalifah Bani Usmaniyah beralih ke kota Istanbul dan menjadi pusat peradaban Islam dunia selama beberapa abad kemudian. Kerana kota itu dibangun dengan segala bentuk dan seni keindahannya, percampuran antara seni Eropah Timur dan Arab jelas ketara.

Gereja-gereja dan tempat ibadat bukan Muslim dibiarkan berdiri dan tidak diganggu. Sementara khalifah membangun gedung-gedung yang indah dan cantik yang dapat disaksikan hingga kini.

Kejayaannya itu menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepemimpinannya serta taktik strategi peperangan yang dikatakan mendahului zamannya.

Sebagai memperingati jasa Muhammad al-Fatih, Masjid al-Fatih telah dibangunkan di sebelah makamnya di Istanbul.

Sumber : Utusan Malaysia

04 January 2009

MENGUASAI PERIHAL JAWI


Menguasai Perihal Jawi

Oleh : Tarmizi Abdul Rahim


TULISAN jawi begitu sinonim dengan bangsa Melayu, malah disedari atau tidak ia terlalu istimewa kerana di seluruh dunia, tulisan ini hanya terdapat dalam masyarakat Melayu sahaja berbanding tulisan rumi yang digunakan secara meluas dalam pelbagai medium bahasa.


Penemuan Batu Bersurat Terengganu pada tahun 1303 menjadi asas penting kewujudan tulisan jawi di negara ini. Ia membuktikan bahawa tulisan tersebut sampai ke negara ini lebih awal berbanding tulisan rumi yang hanya ditemui pada akhir abad ke 19.


Ia yang berasal daripada tulisan Arab ini berkait rapat dengan kedatangan Islam ke Nusantara dan terus berkembang serta mendapat kedudukan yang tinggi di negara ini terutamanya semasa penjajahan British dahulu.


Seterusnya, bermula awal abad ke-20, ia menjadi medium utama dalam institusi akhbar di Tanah Melayu bagi menyebarkan pelbagai maklumat dan meniup api kebebasan kepada rakyat sehingga negara mencapai kemerdekaan.


Selari dengan perkembangan semasa, penggunaan dan pengaruh tulisan jawi semakin terhakis dan dilupakan sehingga terdapat segelintir warganegara yang tidak tahu membaca dan menulis jawi.


Menyedari kepincangan ini memandangkan tulisan itu merupakan warisan Melayu dan juga sebagai salah satu medium pembelajaran agama, Kementerian Pelajaran Malaysia pada 2004 telah memperkenalkan pembelajaran tulisan jawi melalui program Jawi, al-Quran, Bahasa Arab dan Fardu Ain (j-QAF) di sekolah rendah.


Program tersebut menampakkan hasil memberangsangkan apabila semakin ramai murid sekolah rendah 'celik jawi' berbanding sebelum pelaksanaan program tersebut. Langkah itu adalah bagi menambah baik pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Islam dan Bahasa Arab di sekolah-sekolah bertepatan dengan hasrat Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi untuk melahirkan generasi kepimpinan yang lengkap duniawi dan ukhrawi.


Usaha penerbitan buku ini, Mari Baca Jawi yang disesuaikan dengan sukatan j-QAF dan mensasarkan kepada murid sekolah rendah dan tadika, adalah bertepatan dengan masanya.


Buku ini mempunyai tarikan tersendiri seperti penggunaan warna yang pelbagai, tulisan jawi besar 'khat nasakh' dan penggunaan objek contoh dalam medium kartun yang bukan sahaja akan menarik perhatian kumpulan sasar tetapi turut menggamit minat orang dewasa.


Berdasarkan kepada tinjauan dan pengalaman penulis mengajar sendiri di sekolah rendah, maka terhasillah buku ini yang mengetengahkan lima jenis penguasaan kemahiran bersesuaian dengan tiga kumpulan pelajar iaitu cerdik, sederhana dan lemah.


Pendekatan yang digunakan dalam buku ini ialah 'Teori Biji Benih' di mana pelajar akan melihat bagaimana perkataan yang terbina daripada huruf tunggal menjadi suku kata dan seterusnya menjadi perkataan.


Ia berkait rapat dengan lima teknik penguasaan kemahiran yang diterapkan, bermula dengan pengenalan dan pengecaman huruf tunggal dengan bantuan gambar yang dipadankan dengan permulaan sebutan objek gambar itu.


Peringkat kedua dan ketiga, pendedahan kemahiran sifir suku kata terbuka dan tertutup berdasarkan perkataan lazim yang sering digunakan dalam seharian; kemahiran membina perkataan daripada suku kata yang telah dikuasai dan akhir sekali para pelajar akan diajar membaca cerita yang dibina daripada perkataan-perkataan mudah yang dibantu pecahan dua warna berlainan.


Buku ini merupakan jilid pertama yang bertindak sebagai pendedahan sebelum disusuli dengan jilid kedua dalam masa terdekat.


Sumber : Utusan Malaysia

VIDEO PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PRAKTIKAL

.::BERSAMA USTAZAH RIHAM::.

.::UPLOAD BAHAN::.

PERKONGSIAN BAHAN PENGAJARAN & PEMBELAJARAN

..::GALERI ALBUM SK LAGUNA MERBOK::..